WANITA PENDIAM ADALAH HANTU

 



Perempuan di Ujung Kelas

Lampu4d..Namanya Alena.

Sejak pertama kali pindah ke SMA Harapan Bangsa, ia tak pernah berbicara lebih dari tiga kalimat dalam sehari. Duduk di bangku paling belakang, dekat jendela yang catnya mulai mengelupas. Rambutnya panjang terurai, wajahnya pucat seperti tak pernah tersentuh matahari.

Anak-anak kelas mulai berbisik.

“Dia aneh banget.”
“Katanya dia pindahan dari kota seberang.”
“Kayaknya dia nggak punya teman.”

Tapi Arga berbeda. Entah kenapa, ia merasa ada sesuatu yang menyedihkan dalam mata Alena. Bukan seram. Bukan menakutkan. Tapi kosong.

Seperti seseorang yang kehilangan segalanya.


Login Lampu4d.Suatu hari, wali kelas berkata,

“Kita kedatangan murid baru. Namanya Alena.”

Arga mengernyit.

“Pak, bukannya Alena sudah sebulan di sini?”

Wali kelas terdiam.
“Tidak ada murid bernama Alena di daftar absen.”

Kelas mendadak sunyi.

Arga menoleh ke bangku belakang.

Kosong.

Padahal tadi pagi ia melihat Alena duduk di sana.

Rasa penasaran membuat Arga mendatangi ruang arsip sekolah. Ia mencari data siswa pindahan dua tahun terakhir.

Dan ia menemukannya.

Nama: Alena Putri
Status: Meninggal dunia akibat kecelakaan
Tanggal: Tepat satu tahun lalu.

Foto di berkas itu sama persis dengan gadis yang ia lihat setiap hari.

Tangan Arga gemetar.

“Tidak mungkin…”

 Percakapan Terakhir

Rtp Lampu4d.Malam itu, Arga bermimpi.

Ia berdiri di lorong sekolah yang gelap. Lampu berkedip. Udara dingin menyentuh kulitnya.

“Arga…”

Suara lembut itu terdengar.

Alena berdiri di ujung lorong. Tidak menyeramkan. Tidak berdarah. Hanya pucat… dan sedih.

“Aku tidak pernah ingin menakuti siapa pun,” katanya pelan.
“Aku hanya… belum siap pergi.”

“Kenapa?” tanya Arga dengan suara bergetar.

“Aku meninggal tanpa seorang pun yang benar-benar mengingatku.”

Air mata bening jatuh dari mata Alena.

“Aku hanya ingin… ada seseorang yang tahu bahwa aku pernah ada.”

 Perpisahan

Link Lampu4.Keesokan harinya, Arga datang lebih pagi. Ia menaruh setangkai bunga putih di bangku paling belakang.

Ia berbisik pelan,
“Aku tahu kamu pernah ada. Dan kamu tidak sendirian.”

Angin lembut berhembus. Tirai jendela bergerak pelan.

Sejak hari itu, Alena tidak pernah terlihat lagi.

Bangku di ujung kelas tetap kosong.

Namun setiap kali matahari sore menyinari jendela, Arga merasa seolah ada senyum tipis yang mengucapkan terima kasih.

Tidak semua hantu datang untuk menakuti.
Ada yang datang hanya untuk dikenang.

Dan terkadang, wanita pendiam bukanlah menyeramkan—
melainkan jiwa yang belum sempat berpamitan.


Baca Juga :

untuk cerita lain nya bisa langsung di klik ya 




Komentar