SI CINTA WANITA BARGES

 

Mohon maaf ya sebelum nya kawan -kawan cerita ini hanya sebuah kiasan semata dan tidak ada niat untuk menyinggung seseorang,cerita ini di buat hanya untuk hiburan semata saja ya ,dan agar tidak bertele tele langsung saja di baca ya teman-teman semoga kalian terhibur ya .

SI CINTA WANITA BARGES

 Perempuan yang Tidak Meminta Dicintai

Lampu4d.Di kota pelabuhan Barges, laut adalah jam dinding bagi semua orang. Pasang dan surut menentukan hidup. Namun ada satu hal yang tidak tunduk pada irama itu: Wanita Barges.

Ia dikenal bukan karena kekayaannya, bukan pula karena kecantikannya—meski wajahnya lembut dan matanya selalu menyimpan cahaya tenang. Ia dikenal karena satu hal: ia tidak pernah meminta cinta, tetapi cinta seolah selalu menemukan jalannya sendiri menuju dirinya.

Orang-orang menyebutnya dingin. Padahal ia hanya berhati-hati. Pernah sekali ia percaya sepenuh hati, dan sejak itu ia belajar bahwa mencintai bukan soal memiliki, melainkan bertahan tanpa mengikat.

 Si Cinta Datang Tanpa Nama

Tak ada yang tahu sejak kapan lelaki itu mulai sering muncul di sekitar rumahnya. Ia membantu memperbaiki pagar, menambatkan perahu, bahkan menyiangi tanaman tanpa diminta. Wajahnya biasa saja, pakaiannya sederhana, tetapi kehadirannya selalu terasa.

Wanita Barges tak pernah bertanya siapa namanya. Lelaki itu pun tak pernah memperkenalkan diri.

Orang-orang mulai memanggilnya Si Cinta.

Bukan karena ia romantis, melainkan karena caranya mencintai: diam, sabar, dan tidak menuntut balasan.

Percakapan yang Tidak Pernah Usai

Rtp Lampu4d.Suatu sore, saat matahari hampir tenggelam, Wanita Barges akhirnya berbicara.

“Mengapa kau selalu datang?”

Si Cinta tersenyum tipis. “Karena aku merasa dibutuhkan, meski kau tak pernah mengatakan itu.”

“Dan jika aku tak pernah membalas perasaanmu?”

“Aku tetap tinggal. Cinta bukan perdagangan.”

Kata-kata itu menampar kenangan lama Barges—janji-janji yang dulu terdengar manis namun berakhir kosong. Untuk pertama kalinya, ia merasa takut bukan pada kehilangan, melainkan pada kemungkinan bahagia.

 Kota yang Mulai Berisik

Kota Barges tak suka pada hubungan yang tak bisa mereka pahami. Gosip beredar. Ada yang bilang Wanita Barges mempermainkan lelaki itu. Ada pula yang menuduh Si Cinta terobsesi.

Namun keduanya tetap diam.

Hingga suatu malam badai besar datang. Kapal nelayan terombang-ambing. Si Cinta ikut membantu di dermaga, tubuhnya dilawan angin dan hujan. Wanita Barges berdiri di kejauhan, dadanya sesak oleh rasa yang selama ini ia kubur.

Malam itu, laut hampir merenggut Si Cinta.

 Takut Kehilangan

Gabung Lampu4d.Si Cinta selamat, tapi luka di tubuhnya cukup parah. Wanita Barges merawatnya di rumahnya sendiri. Dalam keheningan itu, ia sadar: ketakutannya bukan lagi pada janji yang patah, melainkan pada kemungkinan kehilangan seseorang yang tak pernah berjanji apa-apa.

“Aku tak ingin kau pergi,” ucapnya lirih.

Si Cinta menatapnya lama. “Aku tak pernah berniat pergi. Tapi aku ingin kau memilih, bukan merasa berutang.”

Air mata jatuh dari mata Wanita Barges untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun.

 Cinta yang Dipilih

Pagi setelah badai, kota Barges berubah. Orang-orang melihat Wanita Barges berjalan berdampingan dengan Si Cinta—bukan sebagai gosip, melainkan sebagai pilihan.

Ia belajar mencintai tanpa takut. Si Cinta belajar menerima tanpa kehilangan dirinya.

Mereka tidak berjanji selamanya. Tidak ada kata-kata besar. Hanya kesepakatan kecil: tinggal hari ini, dan memilih lagi esok hari.

Dan untuk pertama kalinya, laut tidak lagi menjadi tempat pelarian, melainkan saksi dari cinta yang tumbuh tanpa paksaan.

 Nama yang Akhirnya Disebut

Daftar Lampu4d.Suatu hari, seseorang bertanya, “Siapa nama lelaki itu?”

Wanita Barges tersenyum. “Namanya tak penting.”

Karena cinta sejati, ia tahu, tidak selalu butuh nama—cukup keberanian untuk tinggal.


                                                                             -


 LINK CUAN ANTIRUNGKAD


Komentar