Nita, Wanita Penghibur Lelaki

 

Lampu4d.Mohon maaf ya sebelum nya kawan -kawan cerita ini hanya sebuah kiasan semata dan tidak ada niat untuk menyinggung seseorang,cerita ini di buat hanya untuk hiburan semata saja ya ,dan agar tidak bertele tele langsung saja di baca ya teman-teman semoga kalian terhibur ya .

Malam yang Berulang

Malam selalu datang dengan langkah yang sama di kota ini—lampu menyala, musik mengalun, dan orang-orang mencari jeda dari hidupnya. Di antara mereka ada Nita. Ia menyebut pekerjaannya dengan jujur: wanita penghibur lelaki. Bukan untuk menantang, bukan untuk memancing iba. Hanya penamaan agar ia tetap sadar pada pijakan.

Nita bekerja dengan aturan yang ia buat sendiri. Ia percaya, tanpa aturan, seseorang akan mudah hilang.

 Jalan Pulang

Login Lampu4d.Nita berasal dari desa yang tenang, tempat pagi masih berbau tanah basah. Ia pergi karena alasan yang sederhana dan berat sekaligus: kebutuhan. Ayahnya sakit lama, ibunya menua lebih cepat dari usia. Nita membawa harap ke kota dan menemukan kenyataan yang tak selalu ramah.

“Kerja apa saja yang penting halal,” pesan ibunya. Kalimat itu terus berdengung, menjadi kompas ketika arah terasa kabur.

 Menghibur

Menghibur, bagi Nita, bukan soal tawa palsu. Banyak lelaki datang dengan mata lelah, kata-kata tertahan, dan kesepian yang tak tahu hendak ke mana. Nita mendengarkan. Ia belajar kapan bicara, kapan diam.

Ada yang ingin didengar, ada yang ingin dilupakan. Nita menjaga jarak di antara dua keinginan itu.

 Batas yang Dijaga

 Game Lampu4d.Batas adalah kata yang paling sering ia ucapkan dalam hati. Batas waktu, batas sikap, batas hati. Ia tahu kapan berhenti, kapan menolak. Tak semua orang menyukai penolakan, tapi Nita tak menukar batasnya dengan rasa aman semu.

Di kamar kecilnya, Nita menulis daftar hal yang ia jaga: kesehatan, martabat, dan masa depan.

 Sahabat

Rara, rekan kerjanya, sering mengingatkan untuk tertawa.

“Kalau kita lupa tertawa, pekerjaan ini memakan kita,” kata Rara.

Mereka berbagi kopi instan dan cerita-cerita ringan. Persahabatan itu menjadi jangkar, menahan Nita agar tak hanyut.

 Cermin

Suatu malam, seorang lelaki berkata, “Kamu berbeda.”

Nita tersenyum. Ia tak menanggapi. Berbeda seringkali hanya cara lain untuk memproyeksikan harapan. Ia belajar tak memikul beban yang bukan miliknya.

Di cermin kamar mandi, Nita menatap dirinya sendiri. “Aku lebih dari pekerjaanku,” bisiknya.

 Retak

Situs Lampu4d.Ada hari-hari ketika tubuh terasa berat dan hati menolak bangun. Nita mengambil jeda. Ia mengikuti kelas keterampilan yang diadakan komunitas, belajar merangkai kata dan mengatur keuangan. Hal-hal kecil, tapi membuka jendela.

Ia menabung dengan disiplin. Setiap lembar uang adalah langkah.

 Pergeseran

Perlahan, jam kerja berkurang. Nita menerima pekerjaan siang hari—administrasi sederhana di sebuah usaha kecil. Ia lelah dua kali, tapi pulang dengan keyakinan.

Beberapa orang mencibir, beberapa bertanya. Nita memilih berjalan.

Nama Nita tak lagi sekadar dipanggil di malam hari. Ia mendaftarkan diri dengan namanya sendiri, menandatangani formulir, menyusun rencana. Masa lalu bukan dihapus, melainkan diletakkan rapi


                                                                             -


 LINK CUAN ANTIRUNGKAD

.

Komentar