NISA PACARAN DENGAN 4 PRIA SEKALIGUS TANPA KETAHUAN

Lampu4d.Mohon maaf ya sebelum nya kawan -kawan cerita ini hanya sebuah kiasan semata dan tidak ada niat untuk menyinggung seseorang,cerita ini di buat hanya untuk hiburan semata saja ya ,dan agar tidak bertele tele langsung saja di baca ya teman-teman semoga kalian terhibur ya .


Empat Nama, Satu Hati yang Bingung 

 Nisa menatap layar ponselnya lebih lama dari biasanya. Nama itu muncul, membuat dadanya hangat dengan cara yang tak bisa ia jelaskan. Di antara banyak tawa dan janji, ada satu suara yang selalu membuatnya ingin pulang lebih cepat.

Ia sadar, cinta bukan tentang siapa yang paling dulu datang, tapi siapa yang membuatnya ingin tinggal tanpa ragu.

Ponsel Nisa kembali bergetar. Satu pesan masuk, disusul yang lain.

“Sudah makan?” — Arga
“Aku nemu lagu yang mirip kamu.” — Bima
“Kalau capek, cerita ya.” — Raka
“Aku bayangin kita minum kopi bareng.” — Ilham

Nisa menutup mata sejenak. Dadanya hangat, tapi juga penuh. Ia tak merasa dicintai berlebihan—ia merasa akhirnya diperhatikan.

“Aku salah ya?” bisiknya pada diri sendiri.

 Luka yang Belum Kering

Login Lampu4dDi malam sepi, Nisa sering teringat masa lalu. Tentang janji yang diucapkan mudah, lalu dilanggar tanpa pamit. Sejak itu, hatinya seperti rumah dengan banyak pintu—tak ada yang ia kunci, tapi tak satu pun benar-benar ia buka lebar.

“Aku cuma takut memilih orang yang salah,” gumamnya.

Arga – Tenang yang Menenangkan

Arga selalu menelpon tanpa terburu-buru.

“Cerita pelan-pelan,” katanya.

Dan Nisa benar-benar bisa bernapas. Dalam diam Arga, ada rasa aman yang sulit dijelaskan. Saat panggilan ditutup, Nisa sering menatap layar kosong, berharap waktu berhenti sedikit lebih lama.

Bima – Tawa yang Dirindukan

 Game Lampu4d.Bima mengirim pesan suara hanya untuk membuat Nisa tertawa.

“Kalau kamu sedih, aku gagal hari ini,” katanya suatu malam.

Nisa tersenyum sambil memeluk bantal. Ia menyadari, ia mulai merindukan tawa itu bahkan sebelum keheningan datang.

Raka – Diam yang Mengerti

Raka jarang bertanya. Ia menunggu.

Suatu malam Nisa menulis panjang, lalu menghapusnya. Tak lama, pesan Raka masuk:

“Aku di sini. Tak perlu kata-kata.”

Air mata Nisa jatuh tanpa suara.

Ilham – Mimpi yang Menggoda

Situs Lampu4d.Ilham suka membicarakan masa depan.

“Kalau nanti kita punya waktu sendiri, kamu mau ke mana dulu?”

Nisa terdiam. Pertanyaan itu manis—dan menakutkan. Ia takut berharap terlalu jauh.

 Rindu yang Tak Bisa Dibagi

Malam-malam Nisa berubah menjadi ruang tanya. Ia mulai menyadari satu nama yang selalu ia tunggu. Satu suara yang membuatnya ingin berkata jujur, meski takut melukai.

“Rindu ternyata egois,” bisiknya.

Kejujuran dengan Air Mata

Nisa memilih bicara. Satu per satu.

“Aku tak bermaksud mempermainkan,” katanya lirih.

Ada yang terdiam lama. Ada yang pamit dengan suara bergetar.

Setelah semuanya, Nisa menangis sendirian—karena cinta juga berarti melepaskan.

 Yang Tetap Tinggal

Rtp Lampu4d.Satu orang tetap tinggal. Ia tak menuntut penjelasan lebih.

“Terima kasih sudah jujur,” katanya. “Aku mau belajar pelan-pelan sama kamu.”

Nisa tersenyum dengan mata basah.

Kini, Nisa tak lagi membagi rindu. Ia menyimpannya pada satu nama. Pada satu suara yang membuatnya ingin pulang.

Cinta, akhirnya, bukan tentang banyaknya yang datang—melainkan siapa yang bertahan saat hati berani jujur.


                                                                             -


 LINK CUAN ANTIRUNGKAD



Komentar