Lampu4d.Lampu-lampu jalan menyala satu per satu, memantulkan cahaya kekuningan di aspal yang masih basah oleh hujan sore tadi. Dinda berdiri di depan kosannya, memeluk jaket tipis sambil menatap layar ponsel. Tidak ada pesan. Tidak ada panggilan.
Ia tersenyum kecil.
Hari kasih sayang selalu terasa biasa saja baginya.
Sampai suara motor berhenti tepat di depannya.
“Dinda.”
Ia menoleh.
Abangnya.
Raka.
Dengan helm masih di tangan dan senyum yang sama seperti biasanya—tenang, hangat, membuat dada Dinda tiba-tiba terasa penuh.
“Bang… kok malam-malam ke sini?”
Raka tidak langsung menjawab. Ia membuka jok motor, lalu mengeluarkan sebuah kotak coklat dan sebuket bunga yang dibungkus kertas cokelat sederhana.
“Ini buat kamu.”
Dinda terdiam.
Tangannya refleks menutup mulut.
“Bang… serius?”
Login Lampu4d.Raka mengangguk. “Hari ini Valentine. Aku tahu kamu nggak pernah peduli sama hari begini. Tapi aku tetap pengen kasih.”
Dinda menerima coklat dan bunga itu dengan tangan gemetar.
Matanya berkaca-kaca.
“Makasih…”
Suaranya hampir tidak terdengar.
Mereka duduk di bangku kecil depan kos. Malam terasa sunyi, hanya suara jangkrik dan kendaraan yang lewat sesekali.
“Dinda,” ucap Raka pelan.
“Iya, Bang?”
“Aku nggak pintar romantis. Aku cuma tahu satu hal.”
Raka menatapnya dalam.
“Aku bahagia kalau kamu baik-baik aja.”
Dinda menunduk.
Sejak lama Raka selalu seperti itu. Datang saat ia sakit. Mengantar saat hujan. Menunggu saat ia pulang malam dari kampus. Tanpa banyak kata.
“Kenapa Bang selalu baik sama aku?” tanya Dinda lirih.
Raka tersenyum kecil.
“Karena kamu pantas.”
Jawaban sederhana itu membuat hati Dinda runtuh.
Air matanya jatuh tanpa bisa dicegah.
Raka panik. “Eh… jangan nangis dong.”
Dinda menggeleng, tersenyum sambil menyeka air mata.
“Aku cuma… terharu.”
Rtp Lampu4d..Raka menghela napas lega.
“Dinda, aku nggak janji dunia. Tapi aku janji satu hal—selama aku bisa, aku bakal jagain kamu.”
Malam itu terasa hangat meski angin dingin menusuk.
Dinda menggenggam coklat itu erat, bunga ia dekap ke dada.
Ia sadar, hari kasih sayang tidak selalu tentang pasangan atau status.
Kadang…
tentang seseorang yang diam-diam selalu ada.
Dan malam 14 Februari itu menjadi kenangan yang akan Dinda simpan lama—malam ketika ia tahu, ada hati yang tulus memilihnya tanpa syarat.
untuk cerita lain nya bisa langsung di klik ya
![]() |

Komentar
Posting Komentar