- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Lampu4d.“Besok aku puasa full.”
Kalimat itu sudah diucapkan Arga tiga hari berturut-turut.
Dan tiga hari itu pula ia bangun kesiangan, melewatkan sahur, lalu menyerah sebelum Zuhur karena lapar dan malas.
Tapi yang paling membuatnya tidak tenang bukan perut kosong.
Melainkan satu hal: Rania.
Login Lampu4d.Arga adalah tipe orang yang selalu punya alasan.
Bangun kesiangan? Alarmnya kurang keras.
Tidak jadi olahraga? Cuaca terlalu panas.
Tidak puasa? “Nggak sahur sih, jadi sekalian aja.”
Ia tahu itu salah. Tapi rasa malas sering lebih kuat daripada niat.
Rania, pacarnya, berbeda. Ia disiplin. Bangun sahur tepat waktu. Salat tepat waktu. Bahkan tetap tersenyum meski wajahnya pucat menahan haus.
“Kamu nggak puasa lagi?” tanya Rania suatu sore.
Arga menggaruk kepala. “Besok ya. Hari ini nggak sempat sahur.”
Padahal mereka sama-sama tahu—itu hanya alasan.
Rtp Lampu4d.Hari demi hari Ramadan berjalan.
Rania mulai jarang mengirim pesan siang hari. Ia fokus dengan kegiatannya—mengajar mengaji anak-anak di mushola dekat rumah, membantu ibunya menyiapkan takjil.
Arga merasa ada jarak.
“Aku ngerasa kamu berubah,” katanya suatu malam.
Rania menatapnya lama. “Aku cuma capek, Ga.”
“Capek kenapa?”
“Capek lihat kamu selalu bilang mau berubah, tapi malasnya selalu menang.”
Kalimat itu menampar lebih keras dari kritik siapa pun.
Link Lampu4d.Arga sadar, bukan hanya puasanya yang bolong.
Ia juga mulai malas menepati janji. Malas datang tepat waktu. Malas mendengarkan cerita Rania dengan sungguh-sungguh.
Malas, ternyata, bukan hal kecil.
Ia merambat pelan-pelan.
Menggerogoti kebiasaan.
Mengikis rasa hormat.
Bahkan mengurangi cinta.
Suatu sore, Arga melihat Rania tertawa bersama teman-temannya setelah membagikan takjil.
Wajahnya sederhana. Tidak memakai riasan berlebihan
untuk cerita lain nya bisa langsung di klik ya
![]() |
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar