BAHAGIA LAGI DENGAN MANTANKU

 

Mohon maaf ya sebelum nya kawan -kawan cerita ini hanya sebuah kiasan semata dan tidak ada niat untuk menyinggung seseorang,cerita ini di buat hanya untuk hiburan semata saja ya ,dan agar tidak bertele tele langsung saja di baca ya teman-teman semoga kalian terhibur ya .

Pertemuan yang Tidak Direncanakan

Lampu4d.Aku tidak pernah berniat bertemu Arga lagi.

Pusat perbelanjaan itu terlalu ramai untuk sebuah kebetulan, tapi di sanalah kami berdiri—aku dengan secangkir kopi yang sudah dingin, dia dengan senyum yang pernah kuhafal di luar kepala.

“Kamu kelihatan baik,” katanya.

Aku tersenyum, meski jantungku berdetak terlalu cepat. “Kamu juga.”

Kami berpisah dengan kalimat sopan, tapi pertemuan singkat itu membuka pintu yang selama ini kukunci rapat.

Kita yang Pernah Rusak

Arga adalah cinta pertamaku sekaligus luka terbesarku. Kami berpisah bukan karena tidak cinta, melainkan karena terlalu muda dan sama-sama keras kepala. Kata-kata menyakitkan, ego yang lebih besar dari rasa takut kehilangan—semuanya menumpuk hingga akhirnya kami menyerah.

Kupikir melupakannya adalah cara untuk sembuh. Ternyata tidak.

 Pesan Tengah Malam

Daftar Lampu4d.Dua minggu setelah pertemuan itu, sebuah pesan masuk.

Arga: “Aku sering kepikiran kamu. Apa kamu mau ngobrol?”

Aku menatap layar lama. Dulu aku akan langsung menolak. Sekarang, aku menarik napas dan mengetik:

Aku: “Kita bisa ngobrol. Sebagai dua orang dewasa.”

Kami mulai bertukar cerita—tentang pekerjaan, kegagalan, mimpi yang berubah. Tidak ada rayuan, hanya kejujuran yang dulu tak pernah kami punya.

Takut Mengulang Luka

Bertemu lagi terasa nyaman, terlalu nyaman. Tapi setiap tawa membawa ketakutan: bagaimana jika kami mengulang kesalahan yang sama?

“Aku sudah banyak berubah,” kata Arga suatu sore.

“Aku juga,” jawabku. “Tapi berubah tidak selalu berarti cocok lagi.”

Ia mengangguk. Untuk pertama kalinya, kami sepakat tanpa berdebat.

 Belajar Meminta Maaf

Login Lampu4d.Di sebuah kafe kecil, Arga menatapku dengan mata berkaca.

“Aku minta maaf karena dulu tidak mendengarkanmu.”

Kalimat itu sederhana, tapi aku menunggunya bertahun-tahun.

“Aku juga minta maaf karena memilih pergi tanpa menjelaskan perasaanku,” balasku.

Tidak ada tangis dramatis. Hanya dua orang yang akhirnya mengakui kesalahan tanpa saling menyalahkan.

 Mencoba Pelan-Pelan

Kami tidak langsung kembali berpacaran. Kami memberi ruang. Menetapkan batas. Belajar menikmati kebersamaan tanpa tuntutan.

Kami belajar bahwa cinta kedua bukan tentang mengulang cerita lama, tapi menulis bab baru dengan tangan yang lebih dewasa.

 Bahagia Versi Baru

Game Lampu4d.Bahagia kali ini berbeda. Tidak meledak-ledak, tidak penuh janji besar. Bahagia ini tenang. Aman.

Suatu malam, Arga menggenggam tanganku.

“Kalau kali ini gagal, setidaknya kita gagal dengan jujur.”

Aku tersenyum. “Dan kalau berhasil, kita berhasil karena belajar.”

Kita yang Memilih Lagi

Kami tidak kembali menjadi kami yang dulu. Kami menjadi dua orang baru yang memilih satu sama lain—bukan karena nostalgia, tapi karena saling mengerti.

Bahagia lagi dengan mantanku bukan berarti mundur ke masa lalu.
Melainkan berani percaya bahwa dua orang yang pernah terluka bisa sembuh… bersama.


                                                                             -


 LINK CUAN ANTIRUNGKAD


Komentar